Dari Panini ke Chomsky
Kepentingan manusia terhadap bahasa itu telah mewarnai perjalanan budayanya dari dulu hingga kini. Sebuah papyrus Mesir kuno yang bertanggal 1700 SM menggambarkan kelainan bahasa akibat cidera otak (sudah ada cikal bakal neurolinguistik). Di sisi lain para filosof Yunani kuno juga telah mendebatkan masalah asal-usul bahasa; Plato mendedikasikan Cratylus Dialogue untuk linguistik dan Aristotle yang berkutat dengan masalah bahasa dari titik pandang retorika dan filsafat. Di tambah lagi orang-orang Yunani dan Romawi juga telah mendiskusikan tentang bunyi bahasa dan struktur kata dan kalimat. Kepentingan terhadap bahasa ini terus berlanjut hingga abad pertengahan sampai saat ini melalui sebuah ikatan yang tak terputuskan.
Namun demikian, perkembangan pengetahuan linguistik tidak hanya terbatas pada Eropa saja, di India ada Panini (500 SM) dengan grammar Sanskritnya masih menjadi salah satu karya linguistik ilmiah klasik besar. Di tambah lagi para sarjana Arab dan China juga telah memberikan kontribusi terhadap penelitian karakteristik unik manusia ini.
Pada abad XIX, para linguist memusatkan perhatiannya pada kajian sejarah dan komparasi. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) seorang linguist strukturalis awalnya yang mengarahkan perhatiannya kepada kajian tentang cara-cara bahasa berubah dan berkembang yang kemudian menjadi pengaruh utama dalam perjalanan linguistik abad XX.
Di Eropa dan Amerika para linguist mengalihkan perhatian mereka kepada kajian bahasa sinkronis deskriptif dan pengembangan metode empiris untuk analisis mereka. Pada saat itu, para sarjana dari disiplin dan kepentingan berbeda mengalihkan perhatian mereka kepada beragam aspek bahasa dan penggunaannya. Pada paruh pertama abad XX, Edward Sapir (1884-1939) ahli antropologi yang tertarik terhadap masalah bahasa dilihat dari aspek budaya dan sosial; Leonard Bloomfield (1887-1949) seorang linguist historis komparasi sekaligus deskripsi menjadi linguist paling berpengaruh abad ini. Kedua linguist ini terkait dengan pengembangan teori umum bahasa. Selain ahli antropologi, Sapir adalah seorang Mentalit yang percaya bahwa teori linguistik yang ada itu harus dapat menjabarkan representasi mental pengetahuan bahasa atau realitas psikologinya. Lain halnya yang Bloomfield pada tahun selanjutnya menjadi pengikut aliran behaviorisme (mainstream pikiran psikologi saat itu) yang menghalangi perhatian apapun untuk representasi mental bahasa.
Di Eropa, Roman Jakobson (1896-1982), salah satu pendiri aliran Linguistik Prague, datang ke Amerika dan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan-pengembangan baru di bidang ini. Kolaborasinya dengan Morris Halle dan Gunar Fant membawa ke teori tampilan distinktif pada fonologi, dan Halle menjadi salah seorang fonologist terkemuka pada akhir dekade. Di Inggris, ahli fonetik seperti Daniel Jones (1881-1967) dan Henry Sweet (1845-1912) pernah memiliki pengaruh yang bertahan lama pada kajian sistem bunyi bahasa.
Pada tahun 1957, dengan publikasi Struktur Sintaksis, Noam Chomsky berada di era grammar generatif, sebuah teori yang disebut sebagai penciptaan revolusi ilmiah. Teori ini terkait dengan dasar biologi untuk akuisisi, repsesentasi dan penggunaan bahasa manusia dan prisnsip-prisnsip universal yang mengkerucutkan kelas semua bahasa.
